Menu

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "kegiatan"

PELANTIKAN ANGGOTA BARU PELATUK BSC ANGKATAN XIII

Senin, 15 April 2019 / No Comments


Pelantikan anggota baru Pelatuk BSC Angkatan XIII dilaksanakan pada tanggal 8-10 Februari 2019 di Hutan Wisata Tinjomoyo, Semarang. Pelantikan diikuti oleh semua peserta, panitia dan beberapa dewan kehormatan. Pada hari Jumat, 8 Februari 2019 diadakan upacara pembukaan kegiatan di depan Kebun Biologi FMIPA UNNES pada pukul 15.30 WIB. Setelah mengikuti upacara pembukaan, peserta dan panitia melakukan perjalanan ke lokasi pelantikan. Sesampainya di Hutan Wisata Tinjomoyo, peserta dan panitia mendirikan tenda dengan cepat sehingga dapat selesai sebelum masuk waktu maghrib. Setelah melakukan ishoma (istirahat, sholat dan makan), kegiatan dilanjutkan dengan game tebak gambar dan suara beberapa jenis burung. Hal ini berguna untuk mempersiapkkan Bird race besok pagi. Selain itu game ini dapat melatih kemampuan calon anggota baru dalam mengenali berbagai jenis burung.




Hari kedua, Sabtu 9 Februari 2019 pukul 06.00 WIB peserta sudah siap untuk mengikuti Bird race. Bird race ini merupakan kegiatan pengamatan burung yang berisi pengamatan burung, sketsa burung, deskripsi dan penamaan lengkap jenis burung. Jalur Bird race dibagi menjadi dua yaitu jalur deekat hutan dan jalur jembatan. Bird race dilakukan hingga pukul 11.00 WIB, dan dilanjutkan dengan ishoma.
Peserta dan panitia berkumpul untuk melakukan pembahasan hasil yang di bimbing oleh salah satu dewan kehormatan yaitu Saudara Dinullah Alhaq dan materi sketsa yang disampaikan oleh Saudara Anwar. Peserta sangat tertarik dengan pokok bahasan burung yang ditemukan di Hutan Wisata Tinjomoyo. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi survival yang disampaikan oleh saudari Eny Santiati, seorang dewan kehormatan yang memiliki banyak pengalaman salah satunya menjadi relawan di Papua. Malam harinya acara dilanjutkan dengan pengenalan divisi oleh masing-masing divisi Pelatuk BSC yaitu PH, Divisi PSDM, Divisi Exsplorasi dan Divisi Infohum. Pengenalan divisi ini dimaksudkan untuk menggali potensi peserta dan minat mereka dalam divisi Pelatuk BSC. Kegiatan selanjutnya yaitu game truth and dare yang dilakukan oleh panitia, peserta dan dewan kehormatan. Game ini bertujuan untuk menjalin keakraban calon anggota dengan panitia dan dewan kehormatan. Sepanjang permainan keseruan terbentuk dari tawa dan candaan kami sampai lupa bahwa waktu terus berjalan hingga larut malam, dan kami bergegas untuk istirahat.



Hari ketiga dini hari pukul 02.00 WIB, panitia membangunkan peserta dan panitia lain beserta dewan kehormatan bersiap untuk melaksanakan rangkaian prosesi pelantikan. Salah satunya mewawancarai calon anggota dengan mata tertutup untuk mengetahui karakter dan kepribadian mereka. Kemudian tibalah di penghujung kegiatan yaitu prosesi pelantikan, dimana calon anggota yang akan dilantik dengan mata tertutup berjalan menuju jembatan Tinjomoyo. Sebelum menuju jembatan, calon anggota diguyur dengan air bunga mawar. Hal ini bertujuan untuk menyambut kehadiraan calon anggota baru dan membersihkan diri mereka dari ketidakpastian sebelum menjadi anggota serta memantapkan diri untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam Pelatuk BSC. 

Sesampainya di jembatan Tinjomoyo, upacara pelantikan dilaksanakan. Kepalan tangan didada dan kepalan yang lain memegang sang saka merah putih & bendera Pelatuk BSC melambangkan kesungguhan calon anggota untuk membaktikan diri dalam berkontribusi untuk negri melalui Pelatuk BSC. Tak berselang lama, suara ikrar yang dipandu ketua Pelatuk BSC Intan Nawang Wulan  memecahkan keheningan pagi itu. Khidmat panitia, dewan kehormatan dan  calon anggota menambah sakral upacara pelantikan tersebut. Sleyer yang menutup mata peserta pun dibuka, terlihat wajah terkejut penuh haru calon anggota begitu terlihat. Dalam hati mereka berkata, “Sekarang aku bukan lagi calon angota Pelatuk BSC, tapi kini aku adalah anggota Pelatuk BSC”. Kemudian disematkanlah emblem Pelatuk BSC ke tubuh anggota baru. Pelukan begilir dan ucapan selamat mengalir dari panitia dan dewan kehormatan. 

Selamat anggota baru Pelatuk BSC Angkatan XIII. Semoga amanah dan kami tunggu kontribusimu !!!
Pelatuk BSC, save our birds!
Pelatukk BSC, burungku burungmu burung kita semua
:)

ASIAN WATERBIRD CENSUS (AWC) 2019

Selasa, 29 Januari 2019 / No Comments


Pada tanggal 12 Januari 2019 kemarin, kami Pelatuk Bird Study Club mengadakan pengamatan burung dalam rangka memperingati Asian Waterbird Census (AWC) yang berlokasi di Rawa Pening. AWC merupakan kegiatan rutin yang diadakan setahun sekali. Pengamatan AWC tahun  ini dilaksanakan pada tanggal 5-20 Januari 2019. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi tahunan tentang populasi burung air migran pada lahan basah di benua Asia, kemudian hasilnya dijadikan sebagai dasar untuk evaluasi lokasi dan pemantauan populasi burung selanjutnya. Kegiatan tersebut terbuka untuk mahasiswa umum, baik mahasiswa Biologi UNNES maupun dari luar UNNES. Total peserta yang mengikuti acara ada 41 orang diantaranya merupakan mahasiswa biologi Universitas PGRI Semarang berjumlah 4 orang.





Pukul 05.30-06.30 WIB, kami berkumpul di depan GSG UNNES dan berangkat bersama menuju lokasi pengamatan di Rawa Pening. Perjalanan tersebut ditempuh sekitar 1 jam 30 menit. Asian Waterbird Census kali ini dibagi menjadi 5 jalur yaitu, jalur desa, jalur sawah, jalur rel, jalur jembatan, dan jalur Kesongo. Setelah sampai di Rawa Pening, kelompok yang telah dibagi langsung berjalan menuju jalur pengamatannya masing-masing. Kami diberi waktu pengamatan selama 2 jam, dimulai pukul 08.30 sampai dengan 10.30. Selama 2 jam pengamatan, kami banyak menemukan burung-burung air yang sangat cantik.





Setelah selesai pengamatan, semua peserta berkumpul untuk makan siang. Waktu makan siang sekitar 1 jam, kemudian dilanjut dengan sesi diskusi semua kelompok mengenai burung apa saja yang ditemukan pada jalur masing-masing dengan dipandu oleh saudara Ariesta Heri Prasetyo. Setelah pembahasan semua jalur selesai, panitia membagikan 2 buah doorprize kepada 2 orang yang beruntung. Daaaan, doorprize tersebut didapatkan oleh saudara Reno dan Shinta. Keduanya merupakan mahasiswa Biologi UNNES. Semoga peserta yang belum beruntung dapat ikut AWC tahun depan yaa :D
See you at AWC next year gaesss :)
.
Nantikan Kegiatan seru Pelatuk BSC lainnya. Pelatuk BSC, save our birds. Pelatuk BSC, burungku burungmu burung kita semua.

PAB (Penerimaan Anggota Baru) Pelatuk BSC Angkatan XIII

/ No Comments


PAB (Penerimaan Anggota Baru) Pelatuk BSC Angkatan XIII dilakukan pada 3-5 Januari 2019 di Bumi Perkemahan Medini, Kendal. PAB diikuti oleh dua orang peserta, satu orang peserta berhalangan hadir. Semua peserta dan panitia sangat bersemangat dalam mengikuti PAB ini. Pada hari Kamis, 3 Januari 2019 diadakan upacara pembukaan kegiatan di depan Kebun Biologi FMIPA UNNES pada pukul 14.00 WIB sebelum pemberangkatan. Setelah mengikuti upacara pembukaan, peserta dan panitia menunggu kedatangan truk sampai pukul 15.00 WIB di depan Musholla Rektorat. Pemberangkatan dari UNNES menuju Medini pada pukul 15.30 WIB, dan sampai ke Medini pada pukul 17.00 WIB. Peserta dan Panitia mendirikan tenda dengan cepat sehingga dapat selesai sebelum masuk waktu maghrib. Setelah melakukan ishoma (istirahat, sholat dan makan), kegiatan selanjutnya adalah Technical Meeting (TM) Bird race yang akan dilakukan besok pagi. Setelalah dilakukan TM, peserta dan panitia istirahat mengisi tenaga untuk mengikuti kegiatan Bird race besok pagi.

Pada hari kedua, Jumat 4 Januari 2019 pukul 06.00 WIB peserta sudah siap untuk mengikuti Bird race. Bird race ini merupakan kegiatan pengamatan burung yang berisi pengamatan burung, sketsa burung, deskripsi dan penamaan lengkap burung. Jalur Bird race ini melewati kebun teh dan masuk ke dalam hutan. Bird race ini akan  melewati 3 Pos PAB Pelatuk BSC, di Pos ini peserta dapat beristirahat dan melengkapi tugas Bird race tersebut. Peserta kembali ke base camp pada pukul 11.00 WIB. Peserta dan panitia melakukan ishoma sebelum melanjutkan ke kegiatan selanjutnya. Peserta dan panitia berkumpul untuk melakukan pembahasan hasil yang akan di bimbing oleh Mas Tata. Peserta sangat tertarik dengan pokok bahasan burung yang ditemukan di Medini namun belum dijumpai di UNNES. Kegiatan berikutnya adalah lomba memasak. Lomba memasak diikuti oleh peserta dan perwakilan dari panitia. Pemenang lomba memasak ini jatuh pada Peserta dengan hidangan Bento Nasi Goreng yang rasanya gak perlu diragukan lagi ^^. Kegiatan sharing pengalaman dilakukan pada pukul 19.30-22.00 WIB. Kegiatan sharing pengalaman ini diisi oleh Mas Dinu, Mas Tata dan Mbak Zaida. Sharing pengalaman berupa pengalaman terbentuknya organisasi Pelatuk BSC, suka duka di Pelatuk BSC dan pengalaman mengikuti lomba pengamatan burung di Trisik yang diadakan oleh BKSDA Yogyakarta. Para peserta mendengarkan dan antusias pada tiap sesinya. 



Pada hari terakhir yaitu Jumat 5 Januari 2019, dilaksanakan senam pagi dengan penuh semangat untuk mengusir rasa dingin di pagi hari. Setelah senam, peserta diajak pengamatan burung singkat oleh Dewan Kehormatan Pelatuk BSC. Kegiatan selanjutnya adalah Pengenalan Divisi Pelatuk BSC yang dilakukan pada pukul 08.30-10.30. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Divisi apa saja yang ada di Pelatuk kepada peserta. Diharapkan dengan adanya pengenalan ini, peserta memiliki gambaran Divisi yang ingin dimasuki ke Divisi yang diminati. Kegiatan ini bukan hanya seputar pengenalan Divisi saja namun diselingi dengan games supaya peserta semakin tertarik kepada Divisi tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah packing dan bersih-bersih tenda.



Upacara penutupan dilakukan pada pukul 11.45-12.00 WIB. Sembari menunggu kedatangan truk, peserta dan panitia melaksanakan sholat duhur. Truk datang pukul 13.00 WIB, dengan bahu membahu peserta dan panitia memasukkan barang dan perlengkapan ke dalam truk. Perjalanan dari Medini ke UNNES memakan waktu sekitar 2 jam. Pukul 15.00 WIB, kami tiba di UNNES. Semoga PAB Pelatuk BSC Angkatan XIII ini dapat memberikan pelajaran dan pengalaman yang berharga bagi peserta dan panitia. Tetap jaga semangat, kekompakan dan sportifitas sampai Pelantikan nanti ya Cangak Tilas! J Nantikan Kegiatan seru Pelatuk BSC lainnya. Pelatuk BSC, save our birds. Pelatuk BSC, burungku burungmu burung kita semua.

PENGAMATAN BURUNG HUTAN PENGGARON

/ No Comments



Kali ini pengamatan burung hutan yang dilakukan Pelatuk BSC dilakukan di Wana Wisata Penggaron Semarang. Pengamatan dilakukan pada Minggu 23 Desember 2018. Kali ini kami hanya mengambil satu jalur pengamatan. Jalur pengamatan tersebut berada di dekat bumi perkemahan. 



Dengan bermodal semangat dan keberanian, pengamatan dilakukan dengan menyusuri jalur pengamatan. Pengamatan burung hutan dilakukan pada pukul 07.20-09.30 WIB. Tidak lupa kami mencatat nama, sketsa dan merekam suara burung. Kami menemukan burung-burung hutan yang khas dan cantik. Nantikan kegiatan seru Pelatuk BSC lainnya. 
.
.
Pelatuk BSC, Save Our Birds.
 Pelatuk BSC, Burungku Burungmu Burung Kita Semua.

IBK DESEMBER

Sabtu, 22 Desember 2018 / 7 Comments
IBK (Inventarisasi Burung Kampus) merupakan agenda rutin bulanan Pelatuk BSC khususnya Divisi Eksplorasi. Kegiatan ini nantinya akan menghasilkan sebuah data pengamatan burung bulanan yang akan dibuat buku untuk publikasi Pelatuk BSC. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk perbandingan data masing-masing bulannya. IBK Desember ini diadakan pada Minggu 16 Desember 2018. Lokasi pengamatan burung kampus dibagi menjadi 2 bagian yaitu kampus barat dan kampus timur. Titik pengamatan pada kampus barat yaitu FMIPA, Rektorat, Kebun Biologi, FBS, LP3 dan LP2M. Titik pengamatan pada kampus timur yaitu FT, FIK, FIP, IKM, FE, FH dan FIS. Ketika selesai pengamatan, para fungsionaris berkumpul di FT untuk membahas hasil burung yang diperoleh. Apabila menemukan burung yang belum teridentifikasi, dapat diidentifikasi bersama atau supaya lebih meyakinkan dapat ditanyakan kepada Dewan Kehormatan Pelatuk BSC. Para peserta mengikuti serangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan suka cita.

SERANGKAIAN PELATIHAN PAB

/ No Comments


Serangkaian Pelatihan PAB Cangak Tilas (Penerimaan Anggota Baru Calon Angkatan Tiga Belas) dilakukan selama dua hari yaitu pada Sabtu 15 Desember dan Senin 17 Desember 2018. Cangak tilas yang mengikuti Serangkaian Pelatihan PAB berjumlah 2 orang dari total 4 orang. Pelatihan pada hari pertama yaitu Pelatihan Pengenalan Alat, Sketsa dan Fotografi Burung. Pelatihan pada hari kedua yaitu Pelatihan Identifikasi Burung, Metode Pengambilan & Analisis Data dan Sharing Pengalaman Ekspedisi NKRI. Serangkaian Pelatihan PAB ini sangat penting dilakukan guna melatih kemampuan Cangak Tilas untuk mempersiapkan PAB (Penerimaan Anggota Baru). 
Pelatihan hari pertama adalah Pelatihan Pengenalan Alat, Sketsa dan Fotografi Burung. Masing-masing dari pelatihan tersebut dibawakan oleh pemateri yang ahli dibidangnya. Pelatihan pertama adalah Pelatihan Pengenalan Alat yang dibawakan oleh Mbak Amalia Zaida dan Mbak Nisa Adni Abdillah. Materi ini memperkenalkan alat-alat apa saja yang dipakai dalam pengamatan burung, seperti binok, kamera dan seperangkatnya, tally sheet, pensil dan buku panduan identifikasi burung.
Pelatihan pengenalan alat birdwatchin

 Pelatihan kedua adalah Pelatihan Sketsa Burung yang dibawakan oleh Mas Zuhrufi Anwaruddin. Pelatihan ini berisi pelajaran teknik-teknik dasar dalam menggambar atau mensketsa burung. Sketsa burung sangat penting dilakukan jika kita belum mengetahui nama spesies/nama lokal ketika pengamatan dilapangan, untuk selanjutnya dapat diidentifikasi ketika berdiskusi.
Pelatihan sketsa burung

Pelatihan sketsa burung
Pelatihan ketiga adalah Pelatihan Fotografi Burung, pelatihan ini dibawakan oleh Mas Andri Widi Purnomo. Pelatihan ini berisi dasar-dasar teknik dalam fotografi burung menggunakan kamera. Selain menggunakan kamera, fotografi burung juga bisa dilakukan dengan cara digiscoping, yaitu teknik fotografi menggunakan kamera atau kamera hp dengan bantuan binok untuk memperjelas objek model. 

Pelatihan fotografi burung
         Pelatihan hari kedua adalah Pelatihan Identifikasi Burung, Metode Pengambilan & Analisis Data dan Sharing Pengalaman Ekspedisi NKRI. Pelatihan pertama adalah Pelatihan Identifikasi Burung yang dibawakan oleh Mbak Ratih Perwitasari. Materi pelatihan ini berisi teknik dalam mengidentifikasi burung, mulai dari ukuran badan, bentuk paruh, warna bulu, aksesoris, suara dan lain-lain. Kemampuan identifikasi burung sangat penting dalam pengamatan burung, semakin kita sering mengikuti pengamatan burung semakin terasah kemampuan identifikasi burung. 
Pelatihan identifikasi burung 
     
Pelatihan kedua adalah Metode Pengambilan & Analisis Data yang dibawakan oleh Mas Ifan Syahputra. Materi ini berisi Metode yang biasa digunakan Pelatuk BSC dan para pengamat burung dalam pengamatan. Metode pengamatan burung yang biasa dipakai adala Point Count dan Transek. Analisis data yang biasa digunakan untuk menganalisis data adalah Indeks Keanekaragaman dan Indeks Kekayaan Jenis. Analisis data meggunakan program Excel versi tahun berapapun. 
Pelatihan metode pengambilan dan analisis data
Acara yang terakhir adalah Sharing Pengalaman Ekspedisi NKRI yang dibawakan oleh Mbak Eny Santiati. Ekspedisi NKRI Ini merupakan ekspedisi pertama yang dilakukan oleh Mbak Eny di Mindiptana, Merauke. Berbagai pengalaman dan Pengetahuan dari ekspedisi tersebut membuat jiwa kami semakin terpanggil untuk terus berkarya.
 
Sharing Pengalaman Ekspedisi NKRI
        
Semua peserta mengikuti serangkaian pelatihan dengan penuh semangat dan suka cita. Semoga dengan diadakannya Serangkaian Pelatihan PAB Cangak Tilas menjadi siap untuk mengikuti PAB yang sudah didepan mata. Keep Fighting untuk Cangak Tilas J

EKSPLORASI BURUNG AIR DI RAWA PENING

Kamis, 22 November 2018 / No Comments


Pada tanggal 27 Oktober 2018 kemarin, kami Pelatuk Bird Study Club mengadakan pengamatan untuk agenda kami Eksplorasi Burung Air di Rawa Pening. Untuk eksplorasi burung air kali ini, masih mengambil data di Rawa Pening, sama seperti tahun sebelumnya, tetapi dengan spot pengamatan yang berbeda. Spot pengamatan kali ini, kami mengambil tempat di area Bukit Cinta. Karena pengalaman sebelumnya di acara besar KPPBI 4 Semarang, untuk fieldtripnya kemarin, anak-anak Pelatuklah yang diberi tanggung jawab. Nah meninjau dari pengalaman tersebut, kami memutuskan untuk spot Bukit Cinta, karena dari hasil fieldtrip itu didapatkan jenis-jenis baru yang unik di spot Bukit Cinta.

Kami dari titik kumpul GSG BNI UNNES menuju lokasi pengamatan kira-kira berjarak tempuh sekitar 1 jam 30 menit dan kami berangkat bersama pada pukul 6.30 WIB. Sekitar pukul 8.15 WIB, kami sampai dan segera menuju loket registrasi dan mengurus kapal untuk pengamatan di rawa. Yap, pengamatan kali ini asik, karena kami bakal mengarungi rawa untuk mencari burung-burung air yang menggemaskan. Setelah registrasi dan perkapalan selesai diurus, kami membagi menjadi tiga kelompok, sekelompok ini akan seperahu bersama dan pengamatan bersama, satu kelompok berisi 5 – 6 orang. 

Perahu yang kami gunakan untuk melakukan pengamatan

Sekitar pukul 8.40 WIB kami mulai pengamatan dengan menaiki perahu. Bapak sopir perahu cukup pintar untuk menyarankan kami ke tempat – tempat yang dirasa banyak burung air bersemayam di sana. Dan tidak mengecewakan, kami banyak menemui burung Mandar Batu yang bahkan induk sedang bersama dengan para krucilnya, imut sekali kakak. Sempat juga terpantau sekelompok burung migrasi yang terbang rendah di sekitaran rawa, wah sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan, burung migrasi tersebut adalah sekelompok Pratincole, atau Terik. Puncak pengamatannya adalah ketika kami mendapatkan sang raptor, The Osprey, atau Elang Tiram yang gagah bertengger pada batang bambu yang tertancap di Rawa. Wah, seketika anak-anak terpaku pada sang raptor, bahkan tak henti – hentinya memainkan kamera untuk dokumentasi, bahkan melakukan digiscooping yang cukup sulit dilakukan di perahu. Sekitar pukul 9.30 WIB kami selesai pengamatan dan kembali menuju daratan.

Migrasi burung yang berhasil kami abadikan 
Mandar batu
Singkat cerita, kami berdiskusi setelah pengamatan di rawa. Diskusi hasil pengamatan tersebut dipaparkan per kelompok pengamatan atau per perahu. Hasilnya, eksplorasi burung air ini mendapatkan sekitar 30 jenis, beberapa diantaranya adalah Mandar Batu, Mandar Besar, Terik Australia, Elang Tiram, Bambangan Kuning, Bambangan Coklat, Trinil Semak. Kami mengakhiri acara dengan sesi foto bersama seperti biasa. Sekitar pukul 11.00 WIB kami pulang kembali ke UNNES.

PELATUK GOES TO KKN

Jumat, 26 Oktober 2018 / No Comments


Kegiatan Pelatuk goes to KKN diadakan di Hutan Wisata Tinjomoyo tanggal 13 Oktober 2018 dengan peserta siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Tinjomoyo, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Menjunjung tema “Wisata Pendidikan melalui Pengamatan Burung” ini diharapkan dapat mengedukasi siswa-siswi  Madrasah Ibtidaiyah Tinjomoyo dalam melestarikan satwa yang ada disekitar mereka, khususnya dalam hal konservasi burung hutan. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia konservasi burung melalui pengamatan (Bird watching) kepada masyarakat, khususnya edukasi pada anak usia dini. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak sedari kecil sadar akan pentingnya peran burung di lingkungan. Manfaat dari kegiatan ini adalah supaya masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam konservasi satwa khususnya burung melalui kegiatan edukasi rekreasi bird watching.
Pengamatan burung bersama adik-adik MI Tinjomoyo
Ada beberapa hal yang dilakukan saat kegiatan Pelatuk goes to KKN diantaranya penyampaian materi yang meliputi pengantar berupa pengenalan alat-alat pengamatan, pengenalan spesies burung dan jalur pengamatan. Setelah dilakukan penyampaian materi sebagai pengantar, adik-adik Madrasah Ibtidaiyah Tinjomoyo dibagi menjadi 2 kelompok besar. Kelompok pertama terdiri dari siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 4, sedangkan kelompok kedua terdiri dari siswa-siswi kelas 5 dan 6. Adik-adik diberikan buku panduan yang memudahkan mereka dalam melakukan pengamatan burung. 
Diskusi bersama adik-adik setelah pengamatan burung berakhir
Mereka sangat antusias sampai berebut alat-alat pengamatan, selain itu mereka aktif  bertanya ketika ada burung yang terlihat atau terdengar oleh mereka. Setelah melakukan pengamatan burung dengar rute sekitar hutan wisata tinjomoyo, dilakukan diskusi mengenai burung apa saja yang mereka temui saat melakukan pengamatan. Untuk kelas 1 dan 2 di lakukan kegiatan mewarnai bersama. Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize kepada adik-adik.


          So gaessssssss, tetap stay dan ikuti terus kegiatan kami yaaa. Pelatuk Bird Study Club akan kembali lagi dengan cerita dan pengamalan yang pastinya lebih seruuuu, lebih asyikkk dan insyaAllah lebih bermanfaat.

Pelatuk BSC!!!!!!!!! Save Our Bird!
Pelatuk BSC!!!!!!!!! Burungku, Burungmu, Burung Kita Semua!

PELATUK BSC LAKUKAN PENGAMATAN BURUNG PANTAI SEKALIGUS BERSIH-BERSIH PANTAI

Selasa, 23 Oktober 2018 / No Comments


Pelatuk Bird Study Club kali ini akan berbagi cerita mengenai kegiatan Pengamatan Burung Pantai yang diselenggarakan pada 30 September 2018 di Timbulsloko, Sayung, Demak. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh total 26 orang. Kegiatan ini bukan hanya seputar pengamatan burung pantai saja namun ditambah dengan aksi bersih pantai.
Timbulsloko merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah. Desa ini adalah desa pesisir yang memiliki garis pantai sepanjang 4,5 km. Karakteristik  pantai yang ada di desa ini terdiri dari pantai berpasir dan pantai berlumpur.
Sebelum terjun ke lokasi pengamatan, terlebih dahulu kami berkumpul di GSG UNNES. Tepat pukul 06.30 WIB kami berangkat dan tiba dilokasi pengamatan sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika sampai dilokasi pengamatan, dilakukan breefing terlebih dahulu untuk menjelaskan susunan acara, pembagian lokasi pengamatan dan pembagian peralatan seperti tally sheet, binokuler dan trash bag. Lokasi pengataman untuk kegiatan kali ini terbagi menjadi 2 jalur yaitu, jalur utara dan jalur selatan. Untuk mencapai lokasi pengamatan harus menggunakan perahu kecil selama kurang lebih 5 menit perjalanan. Para peserta meengikuti serangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

Peserta sedang menunggu perahu untuk menyebrang ke lokasi pengamatan

Pada kegiatan Pengamatan Burung Pantai ini setidaknya terdapat 23 spesies yang berhasil kami temui, yaitu Dara Laut Biasa, Dara Laut Kecil, Dara Laut Jambul, Dara Laut Sayap Putih, Cerek Tilil, Cerek Jawa, Cerek Melayu, Cerek Besar, Cerek Kernyut, Kuntul Kecil, Kuntul Besar, Kuntul Perak, Kuntul Karang, Trinil Kaki Merah, Trinil Bedaran, Trinil Pantai, Pecok Padi Hitam, Gajahan Penggala, Cekakak Australia, Bango Bluwok, Cikalang Krismas, Cangak Merah, Cangak Abu dan Layang-layang Api. 

Proses identifikasi saat pengamatan

Salah satu jenis spesies yang berhasil didokumentasikan

Pengamatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih pantai. Panitia dan peserta bekerjasama dalam membersihkan sampah yang ada disekitaran pantai. Samppah dikumpulkan di dalam trashbag yang sudah kami bawa. Kegiatan ini memberikan suatu pembelajaran bahwa kita sebagai manusia harus menjaga kehidupan alam tetap terjaga sehingga ekosistem yang ada dibumi tetap seimbang. Dengan terjaganya ekosistem tersebut, mahkluk hidup termasuk burung dapat tetap hidup dengan nyaman.
Pukul 12.00 WIB kami telah menaiki perahu untuk kembali pulang dititik kumpul untuk ishoma yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sesi diskusi dipimpin oleh Saudara Raka Aditya. Sesi diskusi diawali dengan sharing spesies apa saja yang berhasil ditemukan dimasing-masing jalur dan dilanjutkan dengan pembahasan untuk mengetahui ciri khas yang dimikili oleh setiap spesies sehingga mudah untuk diidentifikasi. Meskipun demikian, terdapat spesies burung yang tidak ditemui oleh peserta, sehingga untuk list burung diberi tambahan oleh Mas Tata, seorang senior Pelatuk BSC.
Ishoma yang dilanjutkan dengan sesi diskusi

Dalam kegiatan ini, para peserta juga membagikan kesan dan pesannya. Ada peserta yang mengakui bahwa ini adalah kali pertamanya mengikuti kegiatan pengamatan burung dan peserta tersebut mengakui bahwa hal tersebut mengasyikan. Peserta lain juga memberikan kesan bahwa ternyata banyak sekali spesies burung yang berbeda yang sebelumnya ia kira adalah spesies yang sama. Akhir kegiatan Pengamatan Burung Pantai ini ditutup dengan doa dan sekitar pukul 14.30 kami bersiap untuk kembali ke UNNES.


So gaessssssss, tetap stay dan ikuti terus kegiatan kami yaaa. Pelatuk Bird Study Club akan kembali lagi dengan cerita dan pengamalan yang pastinya lebih seruuuu, lebih asyikkk dan insyaAllah lebih bermanfaat.
Pelatuk BSC!!!!!!!!! Save Our Bird!
Pelatuk BSC!!!!!!!!! Burungku, Burungmu, Burung Kita Semua!

Mading Perdana Pelatuk Gallery 2017

Minggu, 12 Maret 2017 / No Comments
     Selamat malam , kami mau post lagi nih, kemarin hari kamis tgl 9 maret kita ada jobdesk rutin yang ada tiap tahun dan tiap sebulan 2 kali yaitu pembuatan mading atau kita namakan dgn (Pelatuk Gallery). Pada hari kamis pukul 15.00 kita berkumpul di d1 lantai 2 (Gedung biologi tercinta), karena disitulah lokasi mading Pelatuk kita, tepatnya dipojok sendiri setelah GC dan BPH Biologi. 

     Dipandu oleh penanggung jawab mading Pelatuk Gallery yaitu Novi Latifa yang hitz abis, Kepala Divisi Infohum Fitria Febriyani dan Staff Infohum terdisiplin yaitu Andri Widi Purnomo, bersama anggota Pelatuk lain yaitu Chris (Ketua Pelatuk BSC 2017), Titi Alfath, Retno Wulandari, Eny Santiati, Fatimatuz Zahroh, dan calon anggota, Amalia Zaida. 

     Kami mulai berkreasi untuk membuat mading dengan memasang foto-foto seluruh fungsionaris Pelatuk BSC 2017 sebagai muatan mading pertama kami tentang pengenalan fungsionaris yang terdiri atas :

- Pengurus Harian (6 Orang) :
  - Ketua : Christopher Nicholas Yoshuaki Prakoso
  - Wakil Ketua : Eva Faradella 
  - Bendahara 1 : Eri Kustiani, dan
  - Bendahara 2 : Windi Tri Krismawati
  - Sekertaris 1 : Retno Wulandari
  -  Sekretaris 2 : Fina Risqotul Husna

- Divisi Infohum (3 Orang) :
  - Kepala Divisi Infohum : Fitria Febriyani
  - Staff Divisi Infohum : Novi Latifa
  - Staff Divisi Infohum : Andri Widi Purnomo
- Divisi PSDM (5 orang) :
  - Kepala Divisi PSDM : Raka Aditya Pramunandya
  - Staff Divisi PSDM : Asni Puraedah
  - Staff Divisi PSDM : Isma Nurvaizah
  - Staff Divisi PSDM : Nurul Mauludah
  - Staff Divisi PSDM : Widya Gigih Nurprakoso

- Divisi Eksplorasi (5 Orang) : 
  - Kepala Divisi Eksplorasi : Titi Alfath
  - Staff Divisi Eksplorasi : Amalia Tristiana
  - Staff Divisi Eksplorasi : Fatimatuz Zahroh
  - Staff Divisi Eksplorasi : Fakar Farada Abidin
  - Staff Divisi Eksplorasi : Riantika Damayanti

    Diatas merupakan susunan fungsionaris Pelatuk BSC 2017 yang ditampilkan dalam pembuatan mading perdana Pelatuk Gallery ini. Dengan memperkenalkan fungsionaris di mading ini harapannya mahasiswa biologi dapat lebih mengenal siapa saja yang menjadi fungsionaris Pelatuk BSC 2017.

    Dalam Pembuatan mading Pelatuk Gallery dibantu oleh dewan kehormatan Erik Prasetyo, Muhamad Anwarudin Zuhri, Ardi Rijal Fauzi, Eny Santiati, Rina Rahmawati untuk pembuatan bird of the week next chance. Okay sahabat pelatuk tunggu event menarik selanjutnya ya! jangan lupa pantengin blog kami dengan segala artikel kerennya! See you next time! :)

#SaveOurBirds!
#BurungkuBurungmuBurungKitaSemua 

Article by : 
- Novi Latifa (Staff Infohum Pelatuk BSC 2017/ Biologi 2013)
- Andri Widi Purnomo ( Staff Infohum Pelatuk BSC 2017/ Pendidikan Biologi 2015)

Pengamatan Bersama Haliaster di Gonoharjo

Sabtu, 11 Maret 2017 / No Comments
        Hello guys, 3 minggu yang lalu tepatnya tanggal 26 Febuari 2017 Pelatuk BSC punya cerita lagi lho. Dan ada yang beda dengan cerita kali ini. Masih soal pengamatan burungan lah ya (namanya juga Bird Study Club). Tapi pengamatan burung kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Bird watching yang sudah-sudah kan Pelatuk selalu jomblo kan, nah untuk kali ini Pelatuk diajaik nge-date eh maksudnya pengamatan bersama Haliaster. Tahu kan siapa itu Haliaster? Kurang lebih sama dengan Pelatuk, bedanya adalah Haliaster kelompok pecita burung yang berasal dari Undip. Penasaran bagaimana cerita kita pengamatan bareng sama anak Haliaster? Yuk check it out!!

       Berawal dari chat yang muncul tiba-tiba di HP seorang pritiwomen (read: Retno W), ada sebuah tawaran dari anak Haliaster untuk pengamatan bersama di daerah Gonoharjo. Singkat cerita Pelatuk menerima ajakan tersebut dan pengamatan bersama Haliaster pun dilakukan pada hari Minggu, 26 Febuari 2017 setelah hari sebelumnya (Sabtu, 25 Febuari 207) Pelatuk baru saja melakukan Rapat Kerja. Strong dan semangat banget kan anak-anak Pelatuk. 

       Dari Pelatuk ada 13 anak yang ikut pengamatan, yaitu: Mas Erik, Mas Raka, Christoper, Ivan, Mbak Eva, Mbak Fitria, Mbak Titi, Mbak Rina, Retno, Ratih, Nining, Zaida dan Nurul. Sedangkan dari Haliaster ada sekitar 10 orang (tapi belum hafal nama semuanya, hahaha). 

       Ketika sampai di Gonoharjo, rencananya dari Pelatuk maupun Haliaster akan dibagi menjadi 2 kelompok. Tetapi praktiknya tidak seperti itu. Anak-anak Pelatuk jalan bareng jadi satu kelompok begitupun dengan Haliaster, kecuali Mas Huda yang tetap bersama Pelatuk. Dari pengamatan disana total ada 16 spesies burung yang teramati yaitu: 

1. Walet 
2. Kutilang 
3. Cabai Gunung 
4. Bondol jawa
5. Kadalan Birah 
6. Sikatan Bubik 
7. Cipoh kacat 
8. Munguk Beledu
9. Elang Ular Bido 
10. Cabai Bunga Api
11. Sepah Gunung
12. Takur Tenggeret
13. Sepah Kecil 
14. Sepah Hutan 
15. Jinjing Batu 
16. Merbah Corok-Corok

        Dari semua itu yang paling membuat anak-anak Pelatuk takjub adalah Kadalan birah. Sumpah itu kereeeen banget. Bisa lihat sedekat itu dan jelas pula. Membuat hati yang meilihatnya akan berucap syukur karena masih ada burung secantik itu di alam liar. Dan sebagai konsekuensinya agar kedepannya anak cucu kita bisa melihat langsung Kadalan birah seperti yang kita lihat di Gonoharjo, maka sudah menjadi kewajiban buat kita menjaga kelestarian mereka di alam bebas dengan tidak melakukan perburuan liar dan penebangan hutan tempat mereka tinggal. 

         Kurang apa coba, Tuhan sudah menciptakan mereka dengan segala keindahanya sedangkan kita hanya disuruh untuk menjaganya. So buat teman-teman di luar sana ayo sama-sama jaga dan lestarikan burung di alam sekitar kita. Karena adanya mereka akan membuat dunia menjadi lebih berwarna.

#SaveOurBirds
#BurungkuBurungmuBurungKitaSemua