Menu

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Peatuk BSC Unnes 2017"

HUT PELATUK : Tiga Belas Tahun Penuh Suka Duka.

Kamis, 10 Mei 2018 / No Comments
Haloo teman-teman? Tau engga, kemarin ada yang usianya bertambah loh? Siapa ya siapa?
Siapa lagi kalau bukan Pelatuk kita yang tercinta ini. Horeeeee! Di usia yang semakin remaja ini semoga Pelatuk semakin jaya ya. Btw btw, tahu engga Pelatuk anniv yang ke berapa?
Yaela, masa engga tahu anniv ke berapa sih. Ngakunya fans Pelatuk tapi engga tahu. Oke abaikan pov author receh ini.

Jadi teman-teman, Pelatuk tahun ini anniv yang ke- 13. Tepatnya tanggal 5 Mei 2018 kemarin guise. Tetapi acara pelaksanaan HUT Pelatuk 13 diadakan pada hari Jumat, 11 Mei 2018 dari pukul 19.00 WIB sampai sekitar pukul 23.00 WIB. Acaranya sampai malam banget, hingga beberapa teman Pelatuk harus terkunci dari kosnya, kemudian saling menginap di kos teman Pelatuk yang tidak terkunci oleh jam malam.

Dalam acara HUT Pelatuk kemarin, tidak hanya dihadiri oleh anggota aktif Pelatuk saja loh. Kita ramai-ramai dungs di acara malam perayaan tersebut. Ada Ibu kita tersayang, Ibu Margareta Rahayuningsih, atau akrab kami panggil beliau Ibu Eta. Lalu ada para dewan kehormatan, Kingerik (eh auto king nih), Mba Rina, Mas Ardi, Mas Anwar, Mas Syarif, Mas plastikresek (eh maaf maksud author Mas Dinoe). Kemudian ada sesepuh nya Pelatuk juga yang sekarang ini aktif membimbing dan memantau kami, Mas Ariesta Prasetyo, akrab kami panggil Mas Tata alias suhuuuuu. Tak lupa ajudan suhu tersayang, Mas Firman Heru Kurniawan, tuan serba bisa nya di jurusan Biologi, junjungan kita semua.



Anak-anak jurusan Biologi lainnya juga turut kami undang, seperti perwakilan Himabio, Green Community, Cempaka Biofarm, Jasmina Study Center, Familia, BPH juga. Tak hanya internal biologi Unnes saja yang kami undang loh. Kami juga mengundang saudara kami yang bertengger di Tembalang, siapa lagi kalau bukan teman-teman Haliaster UNDIP. Yeai acara semakin ramai dengan kehadiran teman-teman haliaster. Terima kasih sudah memenuhi undangan kami yaa temans. Sebenarnya kami juga mengundang teman-teman dari kelompok studi atau kpb (kelompok pengamat burung) lainnya, tetapi tidak semua bisa hadir memenuhi undangan kami karena ada agenda lain. Tidak apa temans, semoga anniv tahun depan bisa join ramai-ramai sama Pelatuk ya guise.
Acara kemarin dibuka oleh duo MC HUT yaitu ada Pipit dan Mamakek Indira. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kompilasi ucapan ulang tahun dari banyak pihak, ada dari ketua jurusan Biologi, dari Bu Eta, para sesepuh Pelatuk, teman-teman underbow biologi, ada juga dari ksb ataupun kpb lain, seperti Bionic UNY, Haliaster UNDIP, KepakSayap UNS, KSBiodiv UNS, Biolaska UIN Yogyakarta, Nycticorax UNJ, Ardea UNAS, Peksia Unair. Terima kasih kepada teman-teman yang bersedia mengirimkan video ucapan kepada Pelatuk ya. Jangan lupa undang kami juga saat kalian ulang tahun yeeu.

Acara selanjutnya diisi dengan sambutan-sambutan. Ada dari ketua Pelatuk BSC, Christopher Nicholas Yoshuaki Prakoso (author ngos-ngosan nulis namanya). Kemudian ada ketua panitia HUT, saudari Tsania Zuyyina Fithria. Ibu Eta juga mengisi sambutan dilanjutkan sedikit cerita dan sejarah Pelatuk di masa lampau seperti apa, tak lupa juga Ibu memberikan wejangan-wejangan serta harapan Pelatuk ke depan harus bagaimana. Semoga amanat beliau bisa dilaksanakan oleh teman-teman Pelatuk ya. Selamat berjuang!





Puncak acaranya adalah ketika pemotongan tumpeng oleh Bu Eta bersama dengan ketua Pelatuk dan ketua panitia. Hari yang spesial, Bu Eta juga membawakan Pelatuk kue ulang tahun spesial. Terima kasih Bu Eta. Acara dilanjutkan dengan makan-makan tumpeng bersama, disini seluruh tamu undangan dan teman Pelatuk membaur jadi satu dengan kegembiraan makan gratis bersama. Selesai acara makan, ada juga hiburan-hiburan yang disajikan teman Pelatuk, seperti games ramai seru-seruan, nyanyi bareng diiringi gitar. Oh ya di bagian seru-seruan ini, anak Haliaster tiba-tiba memberikan kejutan kepada Pelatuk dengan membawa kado spesial dari teman-teman Haliaster, ada surat cinta nya juga loh. Terima kasih ya HALIASTER, KOAK emang tuop.



Acara ditutup dengan foto bersama seluruh tamu undangan dan teman Pelatuk. Terima kasih kesediaan photographer dadakan, Mas Fireman. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh tamu undangan yang bersedia hadir memenuhi undangan Pelatuk. Sampai jumpa di anniv tahun depan yaa.
Jangan lupa jargon doloooo.
PELATUK BSC!
Save Our Birds.
PELATUK BSC!

Burungku Burungmu Burung Kita Semua.






artikel oleh : Amalia Zaida

PEMILIHAN KETUA PELATUK BSC 2017

Senin, 27 Februari 2017 / No Comments
    
Salah satu acara inti dalam kegiatan LPJ Akhir Tahun Pelatuk 2016 adalah Pemilihan Ketua Pelatuk BSC untuk Periode 2017 yang dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 28-29 Januari 2017 di Medini, Kendal. Terdapat lima kandidat calon ketua yang telah oleh Dewan Formatur, yaitu Titi Alfath (Pelatuk IX), Eva Faradella (Pelatuk IX), Raka Aditya (Pelatuk X), Retno Wulandari (Pelatuk X) dan Christopher Nicholas Y.P. (Pelatuk X).

     Kelima calon secara bergantian memaparkan visi misinya dengan penuh percaya diri dan keyakinan. Sorak sorai dan tepuk tangan dari anggota Pelatuk BSC pun meramaikan jalannya pemilihan ketua. Kemudian dilanjutkan dengan voting terhadap kandidat calon ketua oleh seluruh anggota Pelatuk BSC yang hadir. Semua anggota Pelatuk BSC menuliskan nama dan alasan memilih calon anggota yang dipilih di selembar kertas suara. Voting ini dimaksudkan untuk memberikan saran kepada Tim Formatur dalam mempertimbangkan penentuan ketua Pelatuk BSC terpilih.

     Setelah voting selesai, saat-saat yang sangat mendebarkan bagi kandidat calon ketua adalah sesi wawancara tertutup dengan Dewan Formatur dan beberapa anggota yang telah ditunjuk untuk melakukan wawancara. Kandidat calon ketua satu persatu memasuk ruangan untuk diwawancarai. Lama waktu wawancara berbeda-beda untuk tiap kandidat calon ketua.

     Karena cuaca di Medini pada saat itu sangat dingin, para calon yang telah melakukan wawancara pun tidur. Sedangkan Dewan Formatur harus masih bertugas. Dewan Formatur melakukan voting tertutup dan musyawarah mufakat untuk menentukan ketua Pelatuk Bsc Terpilih. Musyawarah berlangsung sampai larut malam, hal ini dilakukan karena para dewan Formatur harus berfikir lebih keras, penuh kehati-hatian untuk memberikan amanah ketua kepada ketua terpilih nantinya.

     Hari berganti, pada sore hari sebelum upacara penutupan acara LPJ Akhir Tahun adalah hari dimana ketua Pelatuk yang baru diumumkan. Kelima calon berjajar di depan dan memejamkan mata. Setelah Beberapa saat kami para calon membuka mata dan melihat bahwa yang menjadi ketua Pelatuk BSC periode 2017 adalah Christopher Nicholas Y.P. Serah terima jabatan dari ketua Pelatuk BSC 2016 saudara Erik Prasetyo kepada Ketua Pelatuk BSC 2017 secara tidak resmi dilakukan dengan penyerahan bendara pelatuk. 
     
     Dengan ini perjalanan serta perjuangan estafet pelatuk BSC harus tetap berlanjut walaupun sang nahkoda telah purna tugas dan beberapa awak harus berganti. Sambutan dari Ketua Pelatuk yang baru pun kami dengarkan. Dan sebagai penutup dengan lantang Ketua Pelatuk BSC terpilih mengucapkan jargon Pelatuk BSC. Pelatuk BSC…. Save Our Birds, Pelatuk BSC…., Burungku, Burungmu, Burung Kita Semua!!!!

By Retno Wulandari, Editor: Erik Prasetyo

Pelatihan Fundraising, Membangun Jaringan dan Publikasi

/ No Comments
     Fundraising, Jaringan dan Publikasi merupakan suatu hal yang sangat penting didalam suatu organisasi. Pada hari sabtu- minggu tanggal 28 sampai 29 Januari 2017 Pelatuk BSC melakukan kegiatan Pertanggungjawaban Akhir Tahun Kepengurusan 2016 di Medini, Kab. Kendal. Pada hari kedua kegiatan diadakan pelatihan fundraising, membangun jaringan dan publikasi yang dibawakan oleh salah satu dewan kehormatan pelatuk yaitu Yoga Jiwanjaya.

     Materi yang diberikan yaitu meliputi fundraising, cara membangun jaringan yang luas dengan memanfaatkan berbagai media dan publikasi. Tidak hanya bagi sebuah organisasi namun bagi semua citizen science membangun jaringan dengan berbagai pihak serta publikasi segala macam aktifitas merupakan hal yang sangat penting. Membangun jaringan yang luas dapat memberikan manfaat yang sangat baik bagi diri kita sendiri karena dengan koneksi yang yang luas secara otomatis kita menjadi mudah terhubung dengan informasi-informasi baru dan yang pasti dapat memberikan kita teman baru dan pengalaman baru.

     Selain membangun jaringan yang luas, publikasi merupakan hal lain yang sangat penting bagi kita semua yang merupakan citizen science. Publikasi segala aktifitas dan segala data atau kegiatan keilmiahan yang telah kita lakukan dapat melalui berbagai cara salah satunya adalah dengan memanfaatkan perkembangan internet yang sangat luas. Kita dapat memanfaatkan segala jenis sosial media yang ada, misal kita dapat mengupload segala kegiatan kita di instagram, path, facebook atau akun sosial media yang lainnya. Selain mengunggahnya di media sosial kita juga dapat menuliskan hasil karya ilmiah kita dalam bentuk jurnal dan kemudian bisa di publish karena ilmu akan lebih bermanfaat jika kita mau membagikannya kepada orang lain.

    Bagi kita yang suka menulis kita dapat menuliskan dan mencurahkan segala kegiatan dan karya-karya ilmiah kita dalam sebuah artikel dan dapat mempublisnya melalui blog. Menulis artikel di blog dapat menghasilkan tambahan dana bagi kita karena jika kita rajin update dengan berbagai macam artikel maka bisa jadi melalui berbagai iklan yang dipasang di blog kita dapat memberikan pemasukan dana untuk kita. Maka dari itu rajinlah menulis karena dengan menulis akan mendatangkan berbagai macam manfaat bagi diri kita.

By Fitria Febriyani (Kadiv Infohum Pelatuk BSC 2017/ Biologi 2013)

Berlatih Sketsa, Dasar Berlatih Identifikasi Burung

/ No Comments

           Minggu, 29 Januari 2017 sekitar pukul 2 siang berlangsung salah satu penyampaian sederhana namun sarat ilmu dari Panji mengenai sketsa burung. Pelatuk BSC merupakan salah satu organisasi yang bergerak di bidang konservasi perburungan Indonesia, dan identifikasi burung merupakan hal mendasar yang harus dikuasi tiap anggotanya. Sektsa menurut penuturan Panji merupakan dasar berlatih identifikasi burung yang ditemui di alam liar. Apabila tidak langsung mengetahui dengan jelas jenis burung yang ditemui dan untuk memperkuat hasil pengamatan, seorang pengamat perlu membuat sketsa burung.


         Tepatnya di salah satu aula barak di daerah perkebunan teh Medini, Gonoharjo pelatihan dimulai dengan penegasan perlu dan pentingnya sketsa burung sederhana bagi seorang pengamat. Panji menjelaskan bagian-bagian dari burung yang perlu diketahui untuk memulai sketsa burung di alam liar. Dimana hal ini juga menjadi dasar untuk mengenali ciri-ciri khas burung. Dalam membuat sektsa burung hal yang perlu diperhatikan adalah postur tubuh apakah tegak atau datar, serta bentuk leher dan bentuk kaki apakah panjang atau pendek. Kemudian untuk melengkapi sketsa sangat perlu dibubuhkan ciri khusus dari burung tersebut berupa ciri tubuh atau prilaku burung di alam liar tempat ditemukannya.

            “Membuat sketsa burung tidak harus bagi mereka yang punya bakat menggambar, orang yang tidak menggambar pun bisa membuat sketsa dengan cara-cara sederhana, dan itu sudah cukup membantu dalam identifikasi burung nantinya”, salah satu penuturan dari Panji saat dipersilakannya peserta untuk mengikuti arahan Panji dalam membuat sketsa burung Pelanduk topi hitam (Pellorneum capistratum). Berbekal pensil atau bolpoin serta kertas HVS bekas, peserta sangat antusias dan mengikuti dengan baik arahan dari Panji dalam membuat sketsa sederhana burung yang dibeda-bedakan berdasarkan postur tubuh. Beberapa burung yang berhasil digambar oleh peserta antara lain Kutilang, Kareo padi, Layang-layang batu dan Pelanduk topi hitam.

          Penjelasan terakhir yang disampaikan oleh Panji adalah bagaimana trik-trik yang bisa digunakan untuk lomba pembuatan sketsa burung dalam Birdwatching Competition. Trik-trik ini diperkuat dengan beberapa prestasi yang diraih Panji dan timnya di bawah Pelatuk BSC dalam beberapa kompetisi, antara lain juara umum II Birdwatching Competition Universitas Udayana di Bali tahun 2016 dan juara umum III Merapi Birdwatching Competition di tahun yang sama. Hal ini dapat menjadi penyemangat peserta pelatihan, yang dalam hal ini termasuk pengamat muda untuk membuat prestasi-prestasi lainnya yang pada dasarnya berawal dari membuat sketsa burung sederhana.
               
              Jadi, jangan berhenti mencoba dan berusaha!! Teruslah berkarya!!!
 #SaveOurBirds
 #BurungkuBurungmuBurungKitaSemua